Senin, 26 Mei 2014

Tidak Benar dan Tidak Salah

Kalau kita tahu Tuhan Sang Pemilik Kehidupan saja memberikan pilihan [kebebasan memilih] kepada manusia lalu kenapa manusia justru tidak memberikan kebebasan memilih kepada manusia lain. Sering kali memaksakan apa yang menurutnya benar kepada orang lain. Yang menurut kita benar buat orang lain belum tentu benar-benar...benar!! Menurut hemat saya yang benar itu adalah apa yang di yakini dengan kebulatan hati oleh orang tersebut bukan apa yang kita katakan.

Yang penting bukan apa yang dikatakan benar oleh orang lain tapi apa yang kita yakini benar dengan sepenuh hati kita. Ikuti saja kata hati anda !! Benar salah itu relatif. Selagi bumi masih berputar benar salah itu silih berganti datang menghampiri hidup kita. Biasanya ketika baik yang di terima kita anggap benar langkah yang kita ambil, tapi begitu buruk langsung kita katakan salah. Padahal yang baik itu belum tentu selamanya dan yang burukpun demikian. Sebagai contoh ketika Pep Guardiola [Pelatih Barcelona] merotasi Lionel Messi dan Xavi Hernandez pada suatu pertandingan dan di babak pertama Barca ketinggalan 0-2 sebahagian besar orang pasti mengatakan strategi Pep salah. Tapi begitu menit ke 70 babak kedua Barca berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 maka kita pun berbalik mengakui strategi Pep. Tapi begitu di menit ke 80 skor berbalik lagi menjadi 4-3 kembali kita menuding Pep salah. Lalu apa yang kita katakan ketika akhir pertandingan menjadi 5-4 untuk Barca ???

Selagi pertandingan masih berlangsung kita tidak bisa men’judge’ benar atau salahnya taktik dan strategi si pelatih. Dalam kehidupan sehari-hari  kita juga tidak bisa men’judge’ benar atau salah keputusan seseorang.  Selagi bumi masih berputar segala sesuatunya masih mungkin terjadi. Saya juga pernah mengalami hal seperti ini, ketika saya mengambil keputusan kontroversial untuk pindah dari perusahaan yang sudah mapan dan saya tidak punya masalah apa-apa dengan perusahaan tersebut ke perusahaan yang hampir bangkrut. Secara kalkulasi rasional apa yang saya lakukan sulit dijelaskan dimana letak benarnya. Tapi keyakinan bukan urusan kalkulasi dan hitung-hitungan. Yakin ya yakin. Tidak selamanya keyakinan itu bisa dijelaskan secara rasional dan matematis. Dan pada waktu itu keyakinan hati saya cukup kuat.  Ketika itu banyak orang [termasuk orang-orang terdekat] menganggap apa yang saya lakukan salah. Bahkan ada yang menggoblok-goblokkan saya walaupun tidak didepan saya. Enam bulan kemudian perusahaan yang mau bangkrut ini menemukan satu produk booming yang tidak hanya membuatnya selamat dari kebangkrutan tapi lebih dari itu. Sang owner dan saya sebagai pengelola meraup banyak keuntungan yang membuat pundi-pundi kami cukup gemuk. Orang-orang di perusahaan lama saya tidak lagi berani mengatakan langkah yang saya ambil salah.

So apakah berhenti sampai disitu? Tentu tidak. Dunia masih berputar. Tiga tahun kemudian ketika perusahaan itu mengalami masalah dan saya tidak lagi kuat menanggung kerugian yang dialami. Karena sebagai pengelola dengan sistem profit sharing saya juga harus menanggung sekian persen dari kerugian yang dialami perusahaan. Dan akhirnya saya mundur dari perusahaan tersebut dengan keadaan setengah bangkrut. Karena kehilangan cukup banyak dari apa yang saya miliki. Apa yang saya miliki pada waktu itu tidak lebih baik dari apa yang saya miliki ketika masih bekerja di perusahaan lama. Kembali orang-orang di perusahaan lama saya men’judge’ langkah yang saya ambil salah. Coba saya bertahan di tempat lama mungkin hasilnya tidak seperti  ini, begitu kata mereka. Yah begitulah kehidupan. Selagi bumi masih berputar benar dan salah itu silih berganti datang.

Terima kasih
Salam mantap
Vence Marinez

0 komentar: