Kamis, 19 Februari 2015

Apa itu Reksadana? Bagaimana Reksadana Bekerja? Apa Keuntungan Reksadana?

Selamat Pagi, Salam sejahtera untuk kita semua.
Keinginan kita untuk bisa berinvestasi, sering kali terkendala oleh terbatasnya waktu, pengetahuan serta uang yang bisa kita investasikan. Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi untuk memudahkan kita dalam mengatasi kendala di atas. Sebagai produk investasi, reksadana mampu menghasilkan keuntungan maupun kerugian serta yang perlu diingat, dalam berinvestasi tidak ada jaminan dalam menghasilkan keuntungan.
Reksadana adalah bentuk investasi secara kolektif dimana terdapat manajer investasi yang akan mengelola dana secara profesional. Mudahnya, uang investor akan di kumpulkan menjadi satu (secara kolektif) kemudian akan dikelola oleh pihak yang berkompeten dalam investasi (manajer investasi) dan dimasukkan kepada beberapa instrumen investasi seperti deposito, obligasi, saham untuk meminimalkan resiko dan memberikan tingkat hasil yang proporsional (secara profesional).
Ketika kita ingin berinvestasi di reksadana, kita bisa mendatangi pihak-pihak yang berprofesi sebagai agen penjual reksadana. Agen penjual reksadana tadi harus memiliki ijin khusus yaitu WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksadana). Namun karena masyarakat lebih akrab dengan perbankan, reksadana juga dijual melalui perbankan untuk mempermudah masyarakat dalam berinvestasi. Perbankan yang bekerjasama menjual reksadana juga harus memiliki ijin APERD (Agen Penjual Reksadana).
Hanya dengan uang 100 ribu kita bisa memulai untuk berinvestasi di reksadana (produk tertentu). Uang tadi bisa digunakan untuk membeli reksadana. Kemudian, ketika kita membeli reksadana, akan dikenakan biaya pembelian (subscription fee) sebesar 0,5-2% dari dana yang kita belikan reksadana. Misal kita investasi sebesar 1 juta, jika biaya pembelian 1% maka biaya pembelian sebesar 10 ribu.
Ketika kita akan berinvestasi di reksadana, kita tentukan terlebih dahulu tujuan keuangan, profil resiko, dan tingkat hasil yang diinginan. Tujuan keuangan berkaitan erat dengan “untuk apa uang hasil investasi ini digunakan dan berapa lama waktunya”. Profil resiko adalah kemampuan dalam menanggung resiko yang bisa terjadi dari investasi, sehingga kita bisa benar-benar siap jika uang malah turun sebesar 30%.
Reksadana dibagi menjadi empat, yaitu; reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.
1. Reksadana Pasar Uang
Untuk investasi jangka pendek dan menengah, tujuan keuangan kita antara 1-2 tahun. Dengan tingkat hasil (rata-rata dari tahun sebelumnya) sebesar 6,5 – 8% net off tax (sudah tidak dipotong pajak).
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Untuk investasi jangka menengah, tujuan keuangan kita antara 2-3 tahun. Dengan tingkat hasil (rata-rata dari tahun sebelumnya) sebesar 8-12%.
3. Reksadana Campuran
Untuk investasi jangka panjang, tujuan keuangan kita antara 3-5 tahun. Dengan tingkat hasil (rata-rata dari tahun sebelumnya) 15–20%.
4. Reksadana Saham
Untuk investasi jangka panjang, tujuan keuangan kita lebih dari 5 tahun. Dengan tingkat hasil >20%.
Demikian yang bisa saya sharingkan pada pagi hari ini. Tulisan ini hanya menjadi bahan pertimbangan Anda dalam berinvestasi, dan bukan sebuah perintah untuk berinvestasi dalam produk tertentu. Terima kasih untuk waktu yang Anda luangkan untuk membaca tulisan ini.
Salam Profit,
Ilham Romadona

0 komentar: