Kamis, 19 Februari 2015

Belanja, Pertimbangkanlah Need and Want

Apakah Anda mengalami pergi ke toko, pasar, atau supermarket tanpa tahu apa yang Anda benar-benar butuhkan? Tahukah Anda? Ketika kita terjebak dalam situasi seperti ini, Anda akan mudah terjebak untuk membeli barang lebih banyak sekaligus lebih mahal. Pergi untuk berbelanja barang “X” lalu melihat barang “Y”, Anda menambah barang belanjaan karena ‘merasa butuh’. Setelah sampai di rumah, mungkin barang itu digunakan namun seringkali kita tidak memerlukan barang tadi.
Coba kita hitung-hitung berapa uang yang Anda keluarkan untuk barang yang belum Anda persiapkan. Misalkan dalam sebulan Anda berbelanja sebesar 2 juta, dan persentase untuk uang yang Anda keluarkan untuk barang tanpa rencana “Y” tadi 30%. Berarti dalam sebulan Anda keluar uang 600ribu, dalam 1 tahun 7,2 juta. Lumayan juga yah.
Itulah kebiasaan yang membuat Anda sering tidak memiliki tabungan bahkan menumpuk banyak hutang (apalagi hutang kartu kredit 36%/tahun, hehehe). Yang muda jangan merasa “Ah, itu masih lama.” Karena kebiasaan seringkali sulit dihentikan. Penghasilan Anda sebesar apapun, jika tidak bisa mengatur juga akan terjebak.
Untuk itu mari kita belajar bagaimana mengantisipasi kebiasaan tadi. Belajarlah untuk selalu ingat kata ”Need and Want”. Need artinya keperluan atau kebutuhan, sedangkan want artinya lebih ke keinginan atau kemauan. Biasakanlah dalam berbelanja tanyakanlah, barang ini saya butuhkan atau saya inginkan ya.
Terus apa perbedaannya antara Need dan Want?
Need/kebutuhan berarti Anda harus memenuhi barang itu hari ini, saat ini, sekarang juga. Barang tadi lebih kepada barang-barang pokok dan sesuatu yang harus terpenuhi jika Anda tidak memenuhi barang tadi akan menyebabkan Anda sulit beraktifitas ataupun meninggal dunia. Misal, makan, obat, pakaian.
Sedangkan Want/keinginan berarti Anda tidak harus memenuhi barang itu saat ini, bisa di tunda besok atau bulan depan, jika Anda tidak memenuhinya tidak akan menmbuat Anda kesulitan beraktifitas dan tidak berpotensi meninggal dunia.
Bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari?
Ketika akan berbelanja, berhentilah di rumah sejenak untuk memikirkan barang-barang yang Anda butuhkan. Setelah itu tulislah ke dalam daftar belanja, dan belanjalah sesuai dengan apa yang Anda tuliskan. Jangan sampai membeli barang-barang diluar list barang belanjaan Anda.
Ketika ingin membeli pakaian, belilah secara periodik. Bisa 1 bulan sekali, 3 bulan sekali, 1 tahun sekali atau 10 tahun sekali hehehe. Dengan pola seperti ini Anda bisa memiliki budget yang sesuai dengan pakaian idaman Anda. Juga tidak menumpuk baju-baju Anda karena terlalu sering berbelanja.
Keuntungan yang bisa Anda dapatkan sangat banyak dan seringkali memiliki efek beruntut.
1. Anda akan menghemat uang Anda dan memenuhi kebutuhan Anda. Dari contoh diatas Anda bisa menghemat 7,2 juta per tahun.
2. Anda bisa terbebas dari ancaman hutang, dan memiliki kualitas hidup lebih baik.
3. Anda bisa memiliki investasi untuk masa depan dengan mengalokasikan dana sisa Anda. Dari contoh tadijika Anda investasikan dengan tingkat hasil 15% secara 10 tahun akan menjadi Rp169.858.409; atau hampir 170 juta
4. Anda bisa sering berbagi dengan orang-orang yang Anda cintai atau orang yang membutuhkan. Jiwa Anda akan lebih sehat dengan berbagi.
Semoga bermanfaat dan bisa menjawab persoalan Anda.  Terima kasih atas perhatian Anda dalam membaca tulisan ini.
Salam Sejahtera Bahagia
Ilham romadona

0 komentar: