Rencana Keuangan Keempat: Dana Pensiun
Pos Dana Pensiun adalah pos keuangan
yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ketika kita
sudah memasuki masa pensiun. Banyak orang yang tidak terlalu memikirkan
masa pensiun pada saat masih muda. Beberapa orang dari mereka menghadapi
permasalahan ketika mereka menginjak masa pensiun. Agar kita tidak
kebingungan saat masa pensiun salah satunya adalah dengan mempersiapkan
dana pensiun.
Hitung Dana Pensiun yang Dibutuhkan
Ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk menghitung kebutuhan dana pensiun. Salah satu cara perhitungan
dana pensiun adalah melakukan estimasi kebutuhan biaya hidup pada saat
pensiun.
Contoh kita gunakan kasus Keluarga Pak
Aman. Pak Aman memiliki seorang istri dengan dua orang anak. Saat ini
Pak Aman berusia 30 tahun. Pendapatan Pak Aman adalah Rp 25.000.000 per
bulan, dengan pengeluaran Rp 18.000.000 per bulan. Pak Aman ingin
pensiun di umur 55 tahun (kurang lebih 25 tahun lagi). Pak Aman
memperkirakan beliau akan berpulang sekitar umur 70 tahun. Asumsi
tingkat kenaikan harga barang-barang (inflasi) adalah 6%. Maka dana
pensiun Pak Aman adalah:
Asumsi pengeluaran Pak Aman pada saat
pensiun sebesar 75% pengeluaran saat ini. Hal ini disebabkan biaya untuk
pendidikan anak sudah tidak ada, tetapi biaya berobat Pak Aman menjadi
bertambah. Dengan memperhitungkan inflasi maka perkiraan pengeluaran Pak
Aman adalah = Rp 57.942.000 per bulan. Ternyata pengeluaran Pak Aman
akan menjadi 57.942.000 per bulan pada saat pensiun.
Berapa dana pensiun yang dibutuhkan?
Asumsi Pak Aman memiliki bisnis kecil-kecilan sehingga dapat memenuhi
40% dari kebutuhan hidupnya pada saat pensiun. Sehingga dana pensiun
yang perlu dipersiapkan adalah = Rp 57.942.000 x (100%-40%) = Rp
34.765.200 per bulan.
Pak Aman diperkirakan akan mengeluarkan
biaya hidup sebesar Rp 34.765.200 setiap bulan sampai Beliau berpulang
ke pencipta. Asumsi kita gunakan Pak Aman dapat menikmati masa
pensiunnya hingga umur 70 tahun. Maka total pengeluaran yang harus
disiapkan pak Aman adalah 15 tahun x 12 bulan x Rp 34.765.200 = Rp
6.257.736.000. Berapa dana yang harus dipersiapkan untuk memenuhi dana
tersebut pada saat ini?
Asumsi Pak Aman adalah seorang investor
tipe cukup agresif. Beliau mampu berinvestasi di produk-produk investasi
yang memiliki risiko cukup besar. Semasa mudanya Pak Aman mendalami
perdagangan di saham, sehingga Beliau mampu membuat portofolio investasi
dengan tingkat pengembalian sebesar 20%. Maka biaya yang harus
diinvestasikan setiap bulannya adalah: Rp 3.000.000 per bulan.
Tentukan Produk Investasi untuk Dana Pensiun
Investasi di media apa tentunya
disesuaikan dengan orang yang menjalaninya. Setidaknya sesuaikan dengan
profil risiko dan tingkat pengendaliannya. Dari data di atas Pak Aman
memiliki tingkat kemampuan mengendalikan saham, maka dia bisa saja
memanfaatkan saham untuk sarana dana pensiun. Tetapi jika Anda belum
berpengalaman di perdagangan saham ada baiknya Anda tidak mempertaruhkan
dana pensiun di saham. Anda dapat menggunakan reksadana campuran atau
emas. Perkiraan nilai emas berdasarkan kasus Pak Aman adalah sekitar 300
gram sampai dengan 1 kg emas.
Cek Rencana Pensiun
Pengecekan dilakukan untuk memastikan
bahwa rencana yang telah dibuat sudah berjalan dengan baik. Apabila ada
hal-hal yang kurang pas, contohnya tingkat pengembalian investasi tidak
sesuai, maka Anda harus melakukan perhitungan kembali.
Lakukan Perbaikan Rencana Dana Pensiun
Setelah perhitungan dilakuan Anda dapat melakukan rencana aksi baru sesuai dengan hasil perhitungan yang baru.
Beberapa kasus klasik pada saat pensiun
adalah beberapa orang yang sudah pensiun menerima uang pensiun dalam
bentuk langsung kontan, kemudian bingung mau digunakan untuk apa.
Sebelum memasuki masa pensiun ada baiknya, kita mempersiapkan hal-hal
apa saja yang harus dipersiapkan sebelum benar-benar pensiun. Akhir kata
Apapun tujuannya (pensiun cukup, pensiun kaya raya), Kapanpun waktunya
(20 tahun lagi, 15 tahun lagi atau 10 tahun lagi) dan berapapun biayanya
(Rp 5 Milyar, Rp 6 Milyar atau lebih), Anda masih dapat
mengusahakannya. Hal yang perlu diingat jangan lupa mulai mempersiapkan
dana pensiun mulai dari sekarang, saat masih muda.






0 komentar:
Posting Komentar