Kamis, 29 Mei 2014

Menuju Pensiun 1


Break sedikit dari ilmu waris, kali ini kita akan membahas tentang pesiun.  Salah satu tugas seorang Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor adalah membantu mempersiapkan perencanaan pensiun klien nya.   Yes betul, sebab salah satu hal terpenting yang harus dipersiapkan dalam sebuah Perencanaan Keuangan adalah Perencanaan Pensiun, akan tetapi banyak orang yang tidak paham tentang persiapan Menuju Pensiun tersebut.  Padahal seperti halnya tujuan keuangan lainnya, Pensiun tidak hanya membutuhkan uang yang banyak jumlahnya, tapi juga kesiapan mental kita dalam menghadapi pensiun itu sendiri.
Anyywaaayy Buussswaaayy…  Ngak bisa dipungkiri, masa-masa pensiun adalah masa yang ditunggu oleh banyak orang.  Akan tetapi bagi sebagian orang masa pensiun adalah masa-masa yang paling menakutkan, terutama dari sisi keuanganya.  Akhir bulan Juni kemarin saya baru memberikan Talkshow, setelah acara seorang ibu mendatangi saya dengan muka panik, kenapa?  Karena suaminya akan pensiun 2 bulan lagi, dan mereka baru menyadari (baru dapat hitungannya) kalau ternyata dana pensiun suaminya kelak hanya 10% dari gaji mereka saat ini.  Selain itu banyak juga orang yang terbayang bagaimana kita harus tinggal dirumah dan mencoba mengisi hari-hari dengan kegiatan-kegiatan.
Banyak tulisan dan artikel yang sudah menyajikan bagaimana cara kita mempersiapkan dalam rangka menyambut hari P alias pensiun tersebut.  Hal ini penting untuk diketahui sebagai bekal bagi orang tua kita, anggota keluarga kita, ataupun bahkan kita dan pasangan kita ketika masa pensiun tersebut tiba.
Ketika pensiun tiba, masa-masa pensiun dapat dibagi menjadi 4 tahapan yaitu masa pensiun awal atau dikenal dengan istilah transit, masa menikmati pensiun, masa mengurangi aktivitas dan terakhir masa dimana kita akan memerlukan bantuan orang lain.
Masa pertama yang disebut dengan transit adalah masa-masa dimana kita baru saja pensiun.  Bagi sebagian orang masa ini merupakan masa yang membahagiakan karena mereka memang menunggu untuk bisa pensiun, tapi bagi sebagian lagi ini adalah hari-hari yang sangat menyedihkan karena mereka masih belum ingin berhenti bekerja atau belum memiliki cukup dana untuk pensiun.
Masa-masa ini sangat kritikal karena hampir semua orang akan merasakan kehilangan aktivitas rutin.  Belum lagi kehilangan kekuasaan, identitas dan juga penghasilan yang ujung-ujungnya kehilangan atau menurunnya harga diri.  Inilah yang sering disebut dengan istilah post power syndrom. Kita akan merasakan dimana kita tidak harus bangun pagi, mandi, sarapan, bergegas ke kantor dan bermacet-macetan dijalan.  kita akan merasakan dimana teman-teman kita dan kolega kita tidak lagi mempunyai hubungan sedekat seperti sebelumnya.
Kita akan merasakan kehilangan atau berkurangnya respek, rasa hormat atau dibutuhkan dibandingkan ketika kita masih bekerja dan menjabat.  Seberapa lama proses ini akan berlangsung akan bergantung dari seberapa banyak persiapan kita baik dari sisi mental, pekerjaan maupun keuangan yang telah kita lakukan sebelum hari Pensiun ini tiba.
Ada orang yang bisa melewati masa kritis ini dengan baik dan menemukan identitas diri yang baru ada juga yang tidak berhasil.  Bagi mereka yang tidak berhasil biasanya akan mulai merasakan ada yang tidak beres didalam hidup mereka.  Hal ini akan terefleksi kedalam kondisi kesehatan mereka yang tiba-tiba menurun.  Banyak dari mereka yang kemudian meninggal diusia muda setelah pensiun karena terkena serangan jantung atau stroke.
Kalau kita berhasil melewati masa / tahapan pertama ini, maka kita akan masuk ke tahan ke 2, ke 3 dan ke 4.

0 komentar: